Pengembangan Lembar Peserta Didik IPA Berbasis Inkuiri Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP

Authors

  • Agnes Renostini Harefa Pendidikan Biologi, Universitas Nias, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56207/genbionix.v1i1.226

Keywords:

LKPD, Inkuiri, ADDIE

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti pada proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara, yaitu masih belum dikembangkannya lembar kerja peserta didik (LKPD) IPA berbasis inkuiri. Penggunaan LKPD yang kurang menarik bagi peserta didik membuat pembelajaran menjadi kurang bermakna.  Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri untuk pembelajaran IPA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik IPA berbasis inkuri pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP pada materi pencemaran lingkungan yang layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kelayakan LKPD diperoleh melalui validasi ahli materi untuk menilai kelayakan isi materi LKPD, ahli bahasa untuk menilai kelayakan penyajian LKPD dan, ahli desain untuk menilai kelayakan desain LKPD, kepraktisan LKPD dan efektifitas LKPD dalam pembelajaran.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu; (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implement; (5) Evaluate. Instrumen yang digunakan dalam penilaian untuk mengetahui kelayakan LKPD adalah  angket validasi yang meliputi aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan desain, kelayakan guru mata pelajaran serta respon peserta didik dan efektifitas LKPD.

Hasil penelitian LKPD IPA berbasis inkuiri adalah (1) Kelayakan LKPD IPA berbasis inkuiri kelas VII SMP yang telah dikembangkan dan dinilai oleh validator ahli materi, ahli bahasa dan ahli desain adalah 4 dengan kategori baik. (2) Kepraktisan LKPD IPA berbasis inkuiri yang telah dikembangkan menurut penilaian peserta didik pada uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan mencapai 95,8% (sangat praktis). (3) Hasil efektifitas peserta didik menggunakan tes hasil belajar mencapai 96% yang tuntas dan yang tidak tuntas sebesar 4% sehingga dikategorikan sangat tinggi.

References

Akker, J. van den. (1999). Principles and method of development research. In J. van den Akker, R. M. Branch, & K. Gustafson. London.

Al-sobry. (2019). Pencemaran lingkungan. https://hai.grid.id/read/071640701/debat-capres-bahas-pencemaran-lingkungan.html

Al-tabani, T. (2014). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif dan kontekstual. Prenadamedia Group.

Alwi, H., dkk. (2002). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Shoimin, A. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013. Ar-Ruzz Media.

Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.

Bundu, P. (2006). Penilaian keterampilan proses dan sikap ilmiah dalam pembelajaran sains di SD. Depdiknas.

Daryanto. (2009). Demonstrasi sebagai metode belajar. Depdikbud.

Depdiknas. (2008). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dikmenum Depdiknas.

Dimyati, & Mudjiono. (2002). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta dan Depdikbud.

Widoyoko, E. P. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.

Mulyasa, E. (2011). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.

Hidayat, R., dkk. (2016). Desain LKPD berorientasi pembelajaran terpadu tipe jaring laba-laba untuk pembelajaran IPA kelas VIII SMPN 1 Painan. Pillar of Physics Education, 8(15), 113–120.

Juri, M. (2008). Belajar di alam lebih meningkatkan gairah belajar IPA. E-Newsletter Disdik.

Kunandar. (2010). Guru profesional. Rajawali Pers.

Kistinnah, I., & Lestari, E. S. (2009). Biologi 1 makhluk hidup dan lingkungannya untuk SMA/MA kelas X. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Piaget, J., & Inhelder, B. (2005). Psikologi anak (M. Janah, Trans.). Pustaka Pelajar.

Reigeluth, C. M. (1999). Instructional-design theories and models. Electronic Publishing Services, Inc.

Riduwan. (2009). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.

Ritzer. (2003). Sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda. Prenada Media.

Sulastri. (2014). Pembelajaran muatan lokal pendidikan lingkungan hidup dengan model pembelajaran group investigation untuk SMA/MA. Jurnal Pendidikan Sains.

Sulistyorini. (2009). Evaluasi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. TERAS.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suprijono, A. (2001). Cooperative learning teori dan aplikasi pakem. Pustaka Belajar.

Syah, M. (2002). Psikologi belajar. PT Raja Grafindo Persada.

Tegeh, I. M., Jampel, I. N., & Pudjawan, K. (2014). Model penelitian pengembangan. Graha Ilmu.

Trianto. (2014). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bumi Aksara.

Widodo, W., Rachmadiarti, F., & Nurul Siti. (2017). Buku peserta didik SMP kelas VII semester II. Balitbang Kemendikbud Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Widjajanti, E. (2008). Kualitas lembar kerja peserta didik. http://staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/endang/kualitas-lks.pdf

Widoyoko, E. P. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran. Kencana Prenada Media Group.

Wisudawati, A. W. S. (2014). Metodologi pembelajaran IPA. Bumi Aksara.

Yulia, I. (2018). Pengembangan LKPD berbasis inkuiri berbantuan simulasi PhET untuk meningkatkan penguasaan konsep gelombang cahaya di kelas XI MIPA SMAN 2 Kota Bengkulu. Jurnal Kumparan Fisika, 1(3), 64–70.

Published

2023-06-30

How to Cite

Harefa, A. R. (2023). Pengembangan Lembar Peserta Didik IPA Berbasis Inkuiri Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP. GEN BIONIX: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 1(1), 32–40. https://doi.org/10.56207/genbionix.v1i1.226

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.