Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Model Contextual Teaching and Learning Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Kelas VIII SMP Negeri 3 Lolofitu Moi
DOI:
https://doi.org/10.56207/genbionix.v1i1.221Keywords:
LKS, LKPD, Contextual teaching and learningAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dari belum adanya penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) di SMP Negeri 3 Lolofitu Moi, kurangnya respon Peserta Didik dalam pembelajaran sehingga peserta didik kurang aktif menjawab pertanyaan dari guru, dan pembelajaran berpusat pada guru
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) model contextual teaching and learning pada mata pelajaran IPA kelas VIII yang layak secara empiris. Kelayakan LKPD diperoleh melalui validasi ahli materi untuk menilai kelayakan isi materi LKPD, ahli bahasa untuk menilai kelayakan penyajian LKPD, ahli desain untuk menilai kelayakan desain LKPD, penilaian guru IPA serta kepraktisan LKPD dan keefektifan hasil belajar peserta didik menggunakan LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi) dan Evaluation (evaluasi).
Kelayakan lembar kerja peserta didik model contextual teaching and learning pada materi sistem ekskresi manusia yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dengan skor rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi oleh validator ahli materi diperoleh skor rata-rata sebesar 4,0. Hasil penilaian kelayakan LKPD oleh validator ahli guru bidang studi diperoleh skor rata-rata sebesar 4,0. Hasil penilaian kelayakan LKPD oleh validator ahli bahasa diperoleh skor rata-rata 4,0. Hasil penilaian kelayakan LKPD oleh validator ahli desain diperoleh rata-rata skor sebesar 4,0.Kepraktisan LKPD yang telah dikembangkan adalah 98% (sangat praktis)dan Keefektifan LKPD 85% (sangat efektif).
References
Al-Tabany, T. I. (2014). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Kencana.
Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.
Aly, A., & Eny, R. (2011). Ilmu dasar alamiah. Bumi Aksara.
Ardiyanti, F., & Winarti. (2013). Pengaruh model pembelajaran berbasis fenomena untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kaunia, 9(2), 27–33.
Bundu, P. (2006). Penilaian keterampilan proses dan sikap ilmiah dalam pembelajaran sains SD. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Danial, M. (2016). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis keterampilan proses sains pada materi asam basa di SMA Negeri 3 Sinjai Selatan. Vol. 1(1), 7–15. http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/sceduatia/article/view/483
Darmojo, H., & Kaligis, J. R. E. (1993). Pendidikan IPA 2. Depdikbud.
Depdiknas. (2006). Panduan pengembangan pembelajaran IPA terpadu. Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.
Mardapi, D. (2008). Teknik penyusunan instrumen nontes. Pustaka Pelajar.
Emzir. (2015). Metode penelitian pendidikan: Kuantitatif dan kualitatif. Rajawali Pers.
Howey, K. (2004). Contextual teaching and learning teaching for understanding through integration of academic and technical education. Forum, 16(2). http://www.ciera.org/library/archive/200104/0104parwin.html
Istikharah, R., & Simatupang, Z. (2017). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) kelas X SMA/MA pada materi pokok protista berbasis pendekatan ilmiah. 12(1), 36. http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/sceducatia/article/download/9001/7849
Kenneth. (2004). Model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Kencana.
Mardapi. (2008). Teknik penyusunan instrumen nontes. PT Raja Grafindo Persada.
Tegeh, M., Jampel, Y., & Pudjawan. (2014). Model penelitian pengembangan. Graha Ilmu.
Nopriyanti. (2010). Pengembangan lembar kegiatan siswa berbasis argument untuk melatih siswa menyelesaikan soal-soal pembuktian pada mata pelajaran IPA di SMP Xaverius 1 Palembang [Tesis]. Universitas Sriwijaya.
Nurhadi. (2002). Pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning). Universitas Negeri Malang.
Prastowo, A. (2012). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.
Purwanto, N. (2012). Psikologi pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.
Rusman. (2016). Manajemen kurikulum: Seri manajemen sekolah bermutu. PT Raja.
Shoimin, A. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013. Pustaka Nasional.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D). Alfabeta.
Sumaji. (2009). Pendidikan sains yang humanistis. Kanisius.
Widoyoko, S. E. P. (2015). Evaluasi program pembelajaran panduan praktis bagi pendidik dan calon pendidik. Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Novelina Andriani Zega & Hardikupatu Gulo, Published by Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Nias

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









