Pengembangan Program Budaya Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia

Authors

  • Linda Santi Rozana Mendrofa Sekolah Dasar Swasta STMK Gunungsitoli
  • Elvan Setiadi Lase Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias
  • Angerago Lawolo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias
  • Nur Debora Waruwu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias

DOI:

https://doi.org/10.56207/to.v4i2.793

Keywords:

budaya literasi, kemampuan bahasa Indonesia, siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia siswa kelas VI di SD Swasta STMK Gunungsitoli. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian tertuju pada satu ruangan kelas peserta didik yang  berjumlah 15 orang siswa dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan 15 orang siswa didasarkan pada jumlah keseluruhan peserta didik pada kelas yang menjadi lokasi penelitian serta pertimbangan bahwa jumlah tersebut dinilai mampu memberikan data yang mendalam dan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah berperan aktif menciptakan lingkungan literat melalui penyediaan fasilitas dan program unggulan seperti Literasi 15 Menit, Jurnal Membaca, serta Pojok Baca. Penerapan metode pembelajaran yang variatif seperti Reading Aloud, Resitasi, dan Mind Mapping terbukti efektif meningkatkan aspek membaca, menulis, dan berbicara siswa. Dampaknya terlihat dari meningkatnya nilai akademik, penguasaan kosakata yang lebih baik, serta perubahan sikap siswa menjadi lebih tenang, fokus, dan berani berpendapat.

References

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Abidin, Y. (2015). Pembelajaran Multiliterasi: Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad ke-21. Refika Aditama.

Dalman, H. (2017). Keterampilan Menulis. Rajawali Pers.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Kemendikbud. (2017). Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nurudin. (2020). Pengembangan Budaya Literasi di Sekolah. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 4(2), 112–120.

Rahim, F. (2018). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Bumi Aksara.

Sardiman, A. M. (2014). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Somadayo, S. (2011). Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Graha Ilmu.

Tarigan, H. G. (2015). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa.

Trelease, J. (2001). The Read-Aloud Handbook. Penguin Books.

Wijaya, I. N. (2019). Hubungan Fasilitas Perpustakaan dengan Minat Baca Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 45–52.

Published

2026-07-02

How to Cite

Mendrofa, L. S. R., Lase, E. S., Lawolo, A., & Waruwu, N. D. (2026). Pengembangan Program Budaya Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia. Ta’ehao: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 165–173. https://doi.org/10.56207/to.v4i2.793