RESPONS FISIOLOGIS DAN TINGKAH LAKU IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) TERHADAP PENINGKATAN SALINITAS PADA MEDIA PEMELIHARAAN

Authors

  • Risda Mawarni Waruwu Universitas Nias
  • Nistiarni Zebua
  • Ratna Dewi Zebua Universitas Nias

Keywords:

osmoregulasi, salinitas, ikan mujair, operkulum

Abstract

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di daerah pesisir Indonesia, sehingga rentan terhadap fluktuasi salinitas akibat intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons fisiologis dan perilaku ikan mujair terhadap peningkatan salinitas pada media pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Nias menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan salinitas: kontrol tanpa penambahan air laut (P0), penambahan 500 ml air laut (P1), dan penambahan 1 liter air laut (P2). Pengamatan dilakukan selama 30 menit per perlakuan pada interval menit ke-10, ke-20, dan ke-30, disertai perlakuan tambahan berupa pemberian pakan, gangguan mekanis, dan aerasi. Data dikumpulkan secara kuantitatif melalui pencatatan frekuensi bukaan operkulum dan secara kualitatif melalui pengamatan visual perubahan perilaku dan kondisi fisik ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi bukaan operkulum meningkat seiring dengan peningkatan salinitas, dengan nilai tertinggi mencapai 4.401 kali pada perlakuan P2 di menit ke-30. Peningkatan salinitas secara signifikan memicu respons stres berupa gerakan tidak menentu, megap-megap, penurunan nafsu makan, sekresi lendir berlebih, dan mata cekung. Pada perlakuan P1, ikan menunjukkan kemampuan adaptasi yang cukup baik ditandai dengan stabilisasi perilaku pada menit ke-20 hingga ke-30. Aerasi terbukti membantu pemulihan kondisi ikan dengan meningkatkan ketersediaan oksigen terlarut. Disimpulkan bahwa perubahan salinitas secara bertahap disertai aerasi yang memadai merupakan pendekatan yang lebih aman dalam pengelolaan ikan mujair di lingkungan dengan fluktuasi salinitas tinggi.

Author Biography

Ratna Dewi Zebua, Universitas Nias

<span dir="auto" style="vertical-align: inherit;" data-mce-style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;" data-mce-style="vertical-align: inherit;">Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di daerah pesisir Indonesia, sehingga rentan terhadap sensitivitas salinitas akibat intrusi udara laut. Penelitian ini bertujuan mengkaji respon fisiologis dan perilaku ikan mujair terhadap peningkatan salinitas pada pemeliharaan media. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Nias menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan salinitas: kontrol tanpa penambahan air laut (P0), penambahan 500 ml udara laut (P1), dan penambahan 1 liter udara laut (P2). Pengamatan dilakukan selama 30 menit per perlakuan pada interval menit ke-10, ke-20, dan ke-30, disertai perlakuan tambahan berupa pemberian pakan, gangguan mekanis, dan aerasi. Data dikumpulkan secara kuantitatif melalui pencatatan frekuensi merusak operkulum dan secara kualitatif melalui pengamatan visual perubahan perilaku dan kondisi fisik ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi mengubah operkulum meningkat seiring dengan peningkatan salinitas, dengan nilai tertinggi mencapai 4.401 kali pada perlakuan P2 di menit ke-30. Peningkatan salinitas secara signifikan memicu respon stres berupa gerakan tidak menentu, megap-megap, penurunan nafsu makan, sekresi lendir berlebih, dan mata cekung. Pada perlakuan P1, ikan menunjukkan kemampuan adaptasi yang cukup baik ditandai dengan stabilisasi perilaku pada menit ke-20 hingga ke-30. Aerasi terbukti membantu pemulihan kondisi ikan dengan meningkatkan ketersediaan oksigen terlarut. Disimpulkan bahwa perubahan salinitas secara bertahap disertai aerasi yang memadai merupakan pendekatan yang lebih aman dalam pengelolaan ikan mujair di lingkungan dengan akuarium salinitas tinggi.</span></span>

Published

2026-07-24