UJI PERILAKU FOTOTAKSIS LELE DUMBO (Clarias gariepinus) TERHADAP CAHAYA YANG BERBEDA DALAM LINGKUNGAN TERKONTROL

Authors

  • lestari lestari Gulo Universitas Nias
  • Nistiarni Zebua Universitas Nias
  • Betzy Victor Telaumbanua Universitas Nias

Keywords:

clarias gariepinus, fototaksis negatif, morfometrik.

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan komoditas akuakultur penting yang bersifat nokturnal dan cenderung aktif pada malam hari, dengan adaptasi sensorik berupa barbel dan gurat sisi yang memungkinkan navigasi di lingkungan bercahaya rendah serta kecenderungan fototaksis negatif terhadap cahaya kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons fototaksis C. gariepinus terhadap gradasi intensitas cahaya dan mendeskripsikan karakteristik morfometrik ikan uji dalam lingkungan terkendali berskala domestik. Percobaan dilakukan menggunakan akuarium kaca panjang 50 cm yang dibagi secara imajiner menjadi tiga zona cahaya (Zona A terang, Zona B transisi, Zona C gelap), dengan satu ekor ikan lele sebagai hewan uji. Sumber cahaya berupa lampu senter smartphone diletakkan pada ujung depan akuarium, sedangkan kain gelap digunakan untuk membentuk zona minim cahaya. Pengamatan perilaku dilakukan selama 15 menit, meliputi zona pertama yang dipilih ikan, frekuensi perpindahan zona, dan durasi keberadaan pada masing masing zona, diikuti pengukuran bobot dan 26 parameter morfometrik eksternal. Hasil menunjukkan bahwa ikan secara konsisten mendominasi Zona C (gelap) lebih dari 80% total waktu pengamatan, dengan hanya sesekali melakukan eksplorasi singkat ke Zona A dan B, sehingga menguatkan karakter fototaksis negatif pada C. gariepinus. Profil biometrik menunjukkan bobot 250 g dengan panjang total 33,2 cm dan rasio panjang baku terhadap panjang total sekitar 85,8%, yang menggambarkan kondisi pertumbuhan tubuh proporsional dan sehat untuk ukuran lele konsumsi.

Author Biographies

Nistiarni Zebua, Universitas Nias

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan komoditas akuakultur penting yang bersifat nokturnal dan cenderung aktif pada malam hari, dengan adaptasi sensorik berupa barbel dan gurat sisi yang memungkinkan navigasi di lingkungan bercahaya rendah serta kecenderungan fototaksis negatif terhadap cahaya kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons fototaksis C. gariepinus terhadap gradasi intensitas cahaya dan mendeskripsikan karakteristik morfometrik ikan uji dalam lingkungan terkendali berskala domestik. Percobaan dilakukan menggunakan akuarium kaca panjang 50 cm yang dibagi secara imajiner menjadi tiga zona cahaya (Zona A terang, Zona B transisi, Zona C gelap), dengan satu ekor ikan lele sebagai hewan uji. Sumber cahaya berupa lampu senter smartphone diletakkan pada ujung depan akuarium, sedangkan kain gelap digunakan untuk membentuk zona minim cahaya. Pengamatan perilaku dilakukan selama 15 menit, meliputi zona pertama yang dipilih ikan, frekuensi perpindahan zona, dan durasi keberadaan pada masing masing zona, diikuti pengukuran bobot dan 26 parameter morfometrik eksternal. Hasil menunjukkan bahwa ikan secara konsisten mendominasi Zona C (gelap) lebih dari 80% total waktu pengamatan, dengan hanya sesekali melakukan eksplorasi singkat ke Zona A dan B, sehingga menguatkan karakter fototaksis negatif pada C. gariepinus. Profil biometrik menunjukkan bobot 250 g dengan panjang total 33,2 cm dan rasio panjang baku terhadap panjang total sekitar 85,8%, yang menggambarkan kondisi pertumbuhan tubuh proporsional dan sehat untuk ukuran lele konsumsi.

Betzy Victor Telaumbanua, Universitas Nias

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan komoditas akuakultur penting yang bersifat nokturnal dan cenderung aktif pada malam hari, dengan adaptasi sensorik berupa barbel dan gurat sisi yang memungkinkan navigasi di lingkungan bercahaya rendah serta kecenderungan fototaksis negatif terhadap cahaya kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons fototaksis C. gariepinus terhadap gradasi intensitas cahaya dan mendeskripsikan karakteristik morfometrik ikan uji dalam lingkungan terkendali berskala domestik. Percobaan dilakukan menggunakan akuarium kaca panjang 50 cm yang dibagi secara imajiner menjadi tiga zona cahaya (Zona A terang, Zona B transisi, Zona C gelap), dengan satu ekor ikan lele sebagai hewan uji. Sumber cahaya berupa lampu senter smartphone diletakkan pada ujung depan akuarium, sedangkan kain gelap digunakan untuk membentuk zona minim cahaya. Pengamatan perilaku dilakukan selama 15 menit, meliputi zona pertama yang dipilih ikan, frekuensi perpindahan zona, dan durasi keberadaan pada masing masing zona, diikuti pengukuran bobot dan 26 parameter morfometrik eksternal. Hasil menunjukkan bahwa ikan secara konsisten mendominasi Zona C (gelap) lebih dari 80% total waktu pengamatan, dengan hanya sesekali melakukan eksplorasi singkat ke Zona A dan B, sehingga menguatkan karakter fototaksis negatif pada C. gariepinus. Profil biometrik menunjukkan bobot 250 g dengan panjang total 33,2 cm dan rasio panjang baku terhadap panjang total sekitar 85,8%, yang menggambarkan kondisi pertumbuhan tubuh proporsional dan sehat untuk ukuran lele konsumsi.

Published

2025-12-15