Cerdas Finansial di Era Digital: Edukasi Penggunaan Uang Elektronik Secara Bijak bagi Siswa SMP

Authors

  • Wahyutra Adilman Telaumbanua Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Arianto Lahagu Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Asali Lase Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Yemi Maslia Zalukhu Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Nestin Waruwu Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Hendri Adriel Waruwu Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias
  • Mesra Kasih Nazara Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nias

Keywords:

literasi keuangan, uang elektronik, qris, transaksi digital

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk pelajar yang semakin akrab dengan uang elektronik. Kondisi ini menuntut peningkatan literasi keuangan agar peserta didik mampu menggunakan teknologi keuangan secara bijaksana, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan uang elektronik melalui sosialisasi bertema Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Menggunakan Uang Elektronik. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di SMP Negeri 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, dengan melibatkan 50 siswa. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus, observasi partisipatif, dan evaluasi lisan. Materi mencakup transaksi digital, uang elektronik, QRIS, manfaat, risiko, keamanan, etika penggunaan, serta pengelolaan uang saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias, aktif berdiskusi, dan mampu menjawab pertanyaan evaluasi. Sebagian besar peserta juga memahami pentingnya menjaga kerahasiaan PIN, OTP, dan kata sandi serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Kegiatan ini turut memperkuat kerja sama antara Universitas Nias dan SMP Negeri 1 Tuhemberua dalam meningkatkan literasi keuangan digital di lingkungan sekolah.

References

Bank Indonesia. (2020). Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2022). Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/6/PBI/2022 tentang Penyelenggara Jasa Pembayaran. Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2024). Laporan Perekonomian Indonesia 2024. Bank Indonesia.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dewi, N., Prasetyo, A., & Hidayat, R. (2023). Financial literacy education for junior high school students in the digital era. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 18(2), 115–127.

Herreid, C. F. (2011). Case study teaching. National Center for Case Study Teaching in Science, University at Buffalo.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Corwin Press.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kim, S., Phillips, W. R., Pinsky, L., Brock, D., Phillips, K., & Keary, J. (2019). A conceptual framework for developing teaching cases. Academic Medicine.

Lusardi, A. (2019). Financial literacy and the need for financial education: Evidence and implications. Swiss Journal of Economics and Statistics, 155(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s41937-019-0027-5

OECD. (2020). OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing.

OECD. (2023). OECD/INFE International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing.

Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Pedoman Literasi Keuangan Digital. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Otoritas Jasa Keuangan.

Pratiwi, R., & Hidayat, T. (2022). Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan generasi Z di era digital. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 8(2), 152–164.

Sari, D., & Nugroho, A. (2024). Digital payment literacy among adolescents in Indonesia. Journal of Financial Education and Practice, 6(1), 25–38.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

World Bank. (2022). Digital Financial Services. World Bank.

Xiao, J. J., & Porto, N. (2019). Financial education and financial satisfaction: Financial literacy, behavior, and capability as mediators. International Journal of Bank Marketing, 37(7), 1463–1479. https://doi.org/10.1108/IJBM-01-2019-0027

Yushita, A. N. (2017). Pentingnya literasi keuangan bagi pengelolaan keuangan pribadi. Jurnal Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 6(1), 11–26.

Published

2026-07-25

How to Cite

Telaumbanua, W. A., Lahagu, A., Lase, A., Zalukhu, Y. M., Waruwu, N., Waruwu, H. A., & Nazara, M. K. (2026). Cerdas Finansial di Era Digital: Edukasi Penggunaan Uang Elektronik Secara Bijak bagi Siswa SMP. BANUADA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 1(1), 21–29. Retrieved from https://ojs.unias.ac.id/index.php/jpm/article/view/1053

Issue

Section

Articles